Waktu membaca 11 Menit

Apa Itu Trading Komoditas? Panduan Pemula untuk Trading Raw Materials

Trading komoditas memungkinkan trader memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga bahan mentah seperti energi dan logam melalui instrumen finansial tanpa memiliki aset fisiknya. Pasar ini dipengaruhi supply dan demand, geopolitik, inflasi, serta kondisi ekonomi global, sehingga memahami leverage, biaya, volatilitas, dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum mulai trading.

Trading komoditas memungkinkan trader memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga bahan mentah seperti energi dan logam melalui instrumen finansial tanpa memiliki aset fisiknya. Pasar ini dipengaruhi supply dan demand, geopolitik, inflasi, serta kondisi ekonomi global, sehingga memahami leverage, biaya, volatilitas, dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum mulai trading.

Trading komoditas adalah aktivitas membeli dan menjual hak kontrak atas bahan mentah yang telah distandardisasi melalui derivatif keuangan atau instrumen yang diperdagangkan di bursa, tanpa menerima penyerahan fisik aset dasarnya. Pasar komoditas global mencatat volume perdagangan bernilai triliunan dolar setiap hari dan menyediakan likuiditas penting bagi produsen yang ingin melakukan lindung nilai terhadap hasil produksi fisik.

Investor menggunakan pasar komoditas untuk menghadapi perubahan kondisi makroekonomi, melindungi portofolio dari inflasi, serta memperoleh eksposur terhadap keterbatasan pasokan akibat peristiwa geopolitik. Panduan ini membahas kelas aset utama, mekanisme pasar, dan perangkat manajemen risiko yang diperlukan untuk memahami pasar sumber daya global secara lebih efektif.

Poin Penting

  • Trading komoditas melibatkan pertukaran hak kontrak atas bahan mentah, bukan pemindahan atau penyimpanan barang fisik.
  • Pasar membagi aset menjadi hard commodities seperti emas dan minyak mentah serta soft commodities seperti hasil pertanian dan peternakan.
  • Trader menggunakan instrumen seperti contract for difference atau CFD dan exchange-traded fund atau ETF untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi dan mendiversifikasi portofolio saham.
  • Berdasarkan estimasi Bank for International Settlements, pasar komoditas global memiliki nilai nosional hampir US$135,5 triliun. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar dengan nilai sekitar US$62,75 triliun.

Apa Itu Trading Komoditas dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Trading komoditas memungkinkan pelaku pasar memperdagangkan kontrak keuangan yang terhubung dengan nilai bahan mentah tanpa harus menanggung kebutuhan logistik dari kepemilikan fisik. Pelaku pasar dapat melakukan transaksi tersebut untuk memanfaatkan perubahan harga atau melindungi eksposur komersial yang telah dimiliki. Karena sebagian besar akun spekulatif tidak melibatkan penyerahan fisik, penyelesaian transaksi umumnya dilakukan secara tunai melalui broker pada platform derivatif yang terpusat.

Likuiditas dalam trading komoditas secara mendasar bergantung pada konsep ekonomi yang disebut fungibilitas. Istilah ini berarti bahwa setiap unit dalam suatu aset dapat dipertukarkan dengan unit lain yang memenuhi spesifikasi kontrak yang sama, terlepas dari asalnya.

Sebagai contoh, satu troy ounce emas murni atau satu barel minyak mentah Brent memiliki nilai komersial dan standar kualitas yang sama dengan unit lain dalam spesifikasi kontrak tersebut. Standardisasi ini menghilangkan kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap setiap unit sehingga pelaku pasar global dapat mengeksekusi transaksi dalam volume besar secara cepat.

Transaksi keuangan bervolume tinggi berlangsung di bursa derivatif global khusus, seperti New York Mercantile Exchange atau NYMEX, Chicago Mercantile Exchange atau CME, dan London Metal Exchange atau LME. Lingkungan perdagangan yang teregulasi tersebut menetapkan spesifikasi kontrak yang ketat, menjamin proses penyelesaian, serta memberlakukan persyaratan margin kepada anggota kliring institusional. Dengan demikian, investor ritel dapat bertransaksi dalam pasar yang sama dengan perusahaan multinasional dan memperoleh akses terhadap data harga yang transparan.

Infografik XTB yang menunjukkan volume perdagangan pasar komoditas global, termasuk nilai nosional, volume nosional minyak mentah, dan jumlah kontrak berjangka CME.
 

Sumber: Angka merupakan estimasi berdasarkan data dari Statista, CME, ICE, dan UNCTAD.

Apa Saja Jenis Utama Komoditas?

Memahami komoditas dalam trading memerlukan pembagian pasar global ke dalam kategori hard commodities dan soft commodities. Kategori tersebut mencakup sumber energi, logam industri, hasil pertanian, serta aset peternakan. Setiap sektor merespons faktor makroekonomi, dinamika rantai pasok, dan kebutuhan modal yang berbeda.

Pelaku pasar menggunakan perbedaan antara hard commodities dan soft commodities sebagai cara untuk mengelompokkan barang berdasarkan metode produksi atau perolehannya. Hard commodities merupakan sumber daya alam yang harus ditambang atau diekstraksi dari bumi, seperti minyak mentah, tembaga, dan emas batangan. Sebaliknya, soft commodities merupakan produk pertanian atau peternakan yang ditanam maupun dibudidayakan dalam siklus musiman, seperti biji kopi, gandum, dan babi ternak.

Setiap kategori memperlihatkan perilaku pasar yang berbeda berdasarkan dinamika penawaran dan permintaannya. Pasar energi dapat bereaksi tajam terhadap peristiwa geopolitik mendadak dan pembatasan produksi yang ditetapkan oleh organisasi negara produsen.

Logam mulia lebih sering berfungsi sebagai aset lindung nilai yang dipengaruhi oleh perubahan suku bunga dan kekhawatiran inflasi global. Karakteristik tersebut membuat emas kerap dipertimbangkan sebagai aset defensif pada masa krisis. Sementara itu, pasar pertanian sangat sensitif terhadap pola cuaca lokal, perubahan iklim global, dan siklus produksi tanaman tahunan.

Infografik yang menampilkan empat komponen utama pasar komoditas, yaitu energi, logam, pertanian, dan peternakan.
 

Investor yang memantau bahan mentah global umumnya mengategorikan aset ke dalam empat kelompok utama:

  • Sektor energi mencakup minyak mentah Brent, minyak pemanas, dan gas alam yang menjadi bagian penting dari sistem energi dan kegiatan industri global.
  • Sektor logam mencakup tembaga industri, aluminium, dan emas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manufaktur sekaligus permintaan investasi.
  • Sektor pertanian mencakup soft commodities seperti kedelai, jagung, dan gandum yang sangat dipengaruhi oleh musim tanam serta siklus hasil panen.
  • Sektor peternakan mencakup sapi hidup dan babi ternak yang pergerakan harganya dipengaruhi oleh biaya pengolahan, pasokan ternak, dan permintaan pangan global.

Mengapa Investor Memperdagangkan Komoditas?

Investor memasukkan trading komoditas ke dalam strategi keuangan yang lebih luas untuk meningkatkan diversifikasi portofolio, melakukan lindung nilai terhadap inflasi, dan memperoleh eksposur langsung terhadap perubahan penawaran dan permintaan global. Secara historis, aset fisik dapat mengalami kenaikan harga ketika mata uang fiat kehilangan daya beli. Karena itu, komoditas kerap digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mempertahankan nilai kekayaan.

Peran komoditas sebagai lindung nilai terhadap inflasi menjadi lebih terlihat ketika kenaikan indeks harga konsumen atau CPI menurunkan nilai riil arus kas dari instrumen pendapatan tetap. Ketika inflasi meningkat, biaya struktural untuk memproduksi bahan mentah juga cenderung naik sehingga dapat mendorong harga spot berbagai komoditas global. Sebagai contoh, aset fisik seperti emas sering memperoleh aliran modal ketika bank sentral global meningkatkan jumlah uang beredar karena emas secara historis dipandang sebagai salah satu acuan penyimpan nilai.

Manajer portofolio memanfaatkan korelasi komoditas yang secara historis rendah atau negatif terhadap saham untuk mengurangi potensi penurunan nilai portofolio selama koreksi pasar. Harga bahan mentah lebih banyak bereaksi terhadap keterbatasan pasokan fisik daripada laporan laba perusahaan. Karena itu, pergerakan komoditas dapat berbeda atau bahkan berlawanan arah dengan indeks saham. Untuk meningkatkan imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko, sejumlah ahli strategi juga menilai apakah emas dapat menjadi investasi yang tepat selama pasar saham mengalami tren penurunan berkepanjangan.

Selain menjadi instrumen investasi dan trading, pasar komoditas memainkan peran penting dalam kegiatan ekonomi global melalui proses pembentukan harga dan pengalihan risiko. Bursa berjangka memungkinkan produsen, konsumen, dan trader terus menilai harga wajar bahan mentah berdasarkan informasi mengenai penawaran, permintaan, tingkat persediaan, cuaca, dan perkembangan geopolitik.

Spekulan juga menjadi bagian penting dalam proses ini karena bersedia menanggung risiko harga yang ingin dilindungi oleh pelaku komersial. Dengan menyediakan kedalaman pasar dan likuiditas tambahan, spekulan membantu memfasilitasi transaksi antara produsen dan pengguna akhir sekaligus berkontribusi terhadap proses pembentukan harga yang lebih efisien.

Contoh
CBOT Membantu Pasukan Union Memenangkan Perang Saudara AS
Salah satu contoh historis berasal dari Perang Saudara Amerika Serikat pada 1861–1865. Pada saat itu, pasukan Union membutuhkan gandum, oat, dan jerami dalam jumlah besar untuk kuda dan hewan pengangkut. Mereka menghadapi pasar lokal yang terfragmentasi, kualitas produk yang tidak merata, hambatan logistik, dan lonjakan harga akibat perang.
Chicago Board of Trade membantu dengan menyediakan klasifikasi mutu yang lebih terstandardisasi, harga pasar yang lebih transparan, serta kontrak penyerahan pada masa mendatang. Sistem tersebut memungkinkan pihak militer merencanakan pembelian secara lebih efisien. Contoh ini memperlihatkan bahwa bursa komoditas tidak hanya berfungsi sebagai tempat trading. Bursa juga mendukung pembentukan harga, likuiditas, distribusi logistik, dan perencanaan pasokan dalam skala besar.

Apa Saja Cara untuk Memperdagangkan Komoditas?

Pelaku pasar dapat mengakses pasar bahan mentah melalui empat cara utama, yaitu contract for difference atau CFD, kontrak berjangka terstandardisasi, exchange-traded fund atau ETF, dan saham perusahaan produsen komoditas.

Pemilihan instrumen investasi yang tepat sangat bergantung pada jangka waktu, toleransi risiko, tujuan investasi, dan jumlah modal yang tersedia.

Infrastruktur pasar menyediakan berbagai instrumen yang disesuaikan dengan gaya partisipasi yang berbeda. Trader jangka pendek cenderung memilih kontrak derivatif yang menawarkan eksposur fleksibel tanpa kewajiban penyerahan fisik. Sementara itu, investor jangka panjang lebih sering menggunakan alternatif berbasis saham atau ETF.

Infografik yang membandingkan empat instrumen trading komoditas, yaitu CFD, kontrak berjangka, ETF, dan saham komoditas.
 

Empat instrumen utama untuk mengakses trading komoditas meliputi:

  • Melalui CFD, investor dapat berspekulasi terhadap pergerakan harga secara real time dengan menggunakan leverage tanpa memiliki aset fisik yang menjadi dasar kontrak.
  • Menggunakan kontrak berjangka, pelaku pasar memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual aset dalam ukuran tertentu pada tanggal pelaksanaan yang telah ditetapkan melalui bursa teregulasi.
  • Melalui exchange-traded fund atau ETF, modal investor dihimpun untuk mengikuti indeks spot tertentu, kontrak berjangka, atau kumpulan aset fisik yang diperdagangkan melalui bursa saham.
  • Membeli saham komoditas memberikan eksposur tidak langsung melalui perusahaan seperti produsen minyak atau perusahaan pertambangan yang pendapatannya dipengaruhi oleh harga bahan mentah.

Trading komoditas secara mendasar berbeda dari memiliki aset fisik atau ETF komoditas karena struktur kontrak dan mekanisme leverage yang digunakan juga berbeda.

  • Contract for difference merupakan perjanjian derivatif over-the-counter antara investor dan penyedia CFD untuk mempertukarkan selisih harga suatu aset sejak posisi dibuka hingga ditutup. Instrumen ini memungkinkan short selling dan trading menggunakan margin. Namun, trading CFD memiliki risiko tinggi, volatil, dan dapat menyebabkan kerugian modal.
  • ETF standar umumnya mengharuskan investor menyediakan seluruh modal pembelian dan lebih sesuai untuk mengikuti tren jangka panjang. Investasi komoditas melalui pembelian saham perusahaan juga lebih ditujukan kepada investor jangka panjang daripada spekulan jangka pendek.

Bagaimana Pergerakan Harga Komoditas dan Apa yang Memengaruhinya?

Harga komoditas global bergerak secara berkelanjutan berdasarkan interaksi antara penawaran dan permintaan, perubahan cuaca musiman, peristiwa geopolitik, serta publikasi data makroekonomi yang berdampak besar. Berbagai faktor yang volatil tersebut dapat menciptakan kesempatan trading, tetapi pada saat yang sama juga meningkatkan risiko bagi pelaku pasar.

Gangguan lingkungan dan hambatan pasokan fisik menjadi penggerak utama perubahan pasar secara mendadak. Hal tersebut terlihat dari lonjakan harga kakao global pada 2024. Penyakit tanaman yang parah dan kondisi cuaca buruk di Afrika Barat menyebabkan defisit struktural dalam jumlah besar di sejumlah negara produsen utama. Kondisi tersebut memaksa perusahaan pengolahan global bersaing memperoleh pasokan dan mendorong harga menuju rekor tertinggi. Kenaikan harga tersebut menunjukkan bagaimana kendala pertanian di dunia nyata dapat langsung memicu volatilitas di pasar keuangan.

Diagram kuadran yang memetakan komoditas peternakan, logam, pertanian, dan energi berdasarkan tingkat kesulitan perkiraan serta faktor harga yang dipengaruhi alam atau manusia.
 
Contoh
Ketika Perang Menghentikan Aliran Minyak
Pada Maret 2026, serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu lonjakan harga minyak secara langsung. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 6% dan sempat melampaui US$82 per barel. Kenaikan tersebut tidak hanya disebabkan oleh kekhawatiran pasar. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20% minyak dunia yang diangkut melalui laut, secara efektif terhenti. Pasar merespons dalam hitungan jam. Saham sektor energi meningkat, indeks saham melemah, dan OPEC+ mengumumkan kenaikan produksi untuk mengimbangi gangguan pasokan tersebut. Ketika muncul sinyal deeskalasi, harga minyak kembali turun. Namun, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok energi global masih sangat rentan terhadap gangguan geopolitik.

Apa Saja Risiko Trading Komoditas?

Trading bahan mentah membuat modal terpapar berbagai risiko sistemis, terutama volatilitas harga yang tinggi, dampak leverage, perbedaan likuiditas antarkontrak, serta gangguan geopolitik atau cuaca yang sulit diperkirakan. Memahami risiko struktural tersebut sangat penting agar trader dapat menjaga keberlanjutan modal dalam jangka panjang.

Instrumen trading berbasis margin secara signifikan meningkatkan kerentanan investor terhadap pergerakan harga yang tiba-tiba berlawanan dengan posisi. Karena derivatif memungkinkan eksposur yang jauh lebih besar dibandingkan dengan deposit awal, perubahan kecil pada harga aset dasar dapat menyebabkan modal berkurang dengan cepat.

Perhatian
Leverage Memperbesar Segalanya, Termasuk Kerugian
Leverage 10:1 berarti penurunan harga komoditas sebesar 10% dapat menghabiskan 100% margin yang digunakan. Berbeda dengan saham tanpa leverage, trader tidak memerlukan kehancuran pasar untuk kehilangan seluruh modal pada suatu posisi. Pergerakan harga yang masih tergolong normal saja dapat memberikan dampak tersebut. Sebelum menggunakan leverage, trader perlu memahami seberapa besar perubahan harga yang dapat memicu margin call pada posisi yang dimiliki.

Kesalahan Umum Pemula dalam Trading Komoditas

Risiko meningkat secara signifikan ketika trader menggunakan leverage yang terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan modalnya untuk menanggung kerugian.

Posisi jangka panjang dapat menjadi semakin berisiko ketika trader mengabaikan biaya pembiayaan, seperti biaya swap menginap, yang dapat mengurangi hasil bersih dari waktu ke waktu.

Membuka posisi tanpa menetapkan stop loss yang jelas dapat membuat trader terpapar pada kerugian yang tidak terkendali.

Menempatkan terlalu banyak modal pada satu instrumen meningkatkan risiko portofolio, terutama apabila tidak diimbangi dengan aset yang memiliki korelasi rendah atau portofolio jangka panjang yang terdiversifikasi.

Bagaimana Cara Memulai Trading Komoditas bagi Pemula?

Pemula yang ingin mempelajari cara trading komoditas perlu memilih lembaga keuangan yang teregulasi secara ketat, mengevaluasi struktur biaya transaksi dengan cermat, dan berlatih melalui akun demo tanpa risiko. Langkah dasar yang sistematis tersebut membantu melindungi modal sekaligus membangun pengalaman pasar yang diperlukan.

Evaluasi struktur biaya broker perlu mencakup analisis terhadap bid-ask spread dan biaya swap menginap yang dikenakan pada kontrak derivatif. Biaya transaksi yang tinggi dapat secara signifikan mengurangi keunggulan statistik strategi trading jangka pendek dari waktu ke waktu. Pemula sebaiknya memprioritaskan platform yang menawarkan struktur harga transparan dan akses terhadap berbagai kelas aset.

Menggunakan akun demo memungkinkan investor baru menguji kecepatan eksekusi, memahami perhitungan margin, dan mengamati volatilitas secara real time tanpa mempertaruhkan uang sungguhan. Tahap praktik tersebut menjadi lingkungan yang tepat untuk menyempurnakan penempatan stop loss, menghitung ukuran kontrak, dan menetapkan aturan portofolio sebelum menggunakan modal nyata di pasar global. Dengan mempelajari siklus harga secara sistematis, pemula dapat beralih menuju trading menggunakan akun riil dengan pemahaman yang lebih baik dan kerangka manajemen risiko yang lebih berkelanjutan.

Perhatian
Leverage Memperbesar Segalanya, Termasuk Kerugian
Leverage 10:1 berarti penurunan harga komoditas sebesar 10% dapat menghabiskan 100% margin yang digunakan. Berbeda dengan saham tanpa leverage, trader tidak memerlukan kehancuran pasar untuk kehilangan seluruh modal pada suatu posisi. Pergerakan harga yang masih tergolong normal saja dapat memberikan dampak tersebut. Sebelum menggunakan leverage, trader perlu memahami seberapa besar perubahan harga yang dapat memicu margin call pada posisi yang dimiliki.

FAQ

Trading komoditas adalah aktivitas memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga bahan mentah seperti minyak, emas, atau gandum melalui pasar keuangan tanpa membeli dan menyimpannya secara fisik. Dalam praktiknya, trading biasanya menggunakan kontrak atau instrumen keuangan yang mengikuti perubahan harga. Bagi pemula, trading komoditas dapat dipahami sebagai upaya mengikuti perubahan nilai sumber daya penting dari waktu ke waktu, bukan memiliki sumber daya tersebut secara langsung.

Komoditas adalah bahan mentah terstandardisasi yang digunakan dalam kegiatan ekonomi global sehingga dapat diperdagangkan dan dibandingkan berdasarkan spesifikasi tertentu. Komoditas penting karena berada di dasar aktivitas produksi dan konsumsi. Energi menggerakkan industri, logam digunakan untuk membangun infrastruktur, dan produk pertanian memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu, harga komoditas sering mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih luas.

Perbedaan utamanya terletak pada faktor yang menentukan nilai. Harga saham terhubung dengan kinerja, pendapatan, dan prospek bisnis perusahaan. Sementara itu, harga komoditas lebih dipengaruhi oleh kondisi penawaran dan permintaan fisik. Harga komoditas dapat bergerak karena perubahan cuaca, hasil panen, atau konflik geopolitik. Sebaliknya, harga saham umumnya lebih banyak bereaksi terhadap laporan laba, strategi bisnis, dan prospek pertumbuhan perusahaan.

Tidak. Dalam sebagian besar transaksi, trading komoditas tidak melibatkan kepemilikan fisik. Instrumen keuangan memungkinkan pelaku pasar mengikuti pergerakan harga tanpa harus menangani penyimpanan, transportasi, atau penyerahan barang. Karena itu, sebagian besar aktivitas trading komoditas berlangsung sepenuhnya melalui sistem keuangan, bukan melalui transaksi barang fisik.

Harga komoditas dipengaruhi oleh tingkat produksi, pola konsumsi, persediaan, kondisi cuaca, nilai tukar, suku bunga, kebijakan pemerintah, dan peristiwa geopolitik. Sebagai contoh, gagal panen, gangguan pasokan energi, atau kenaikan permintaan global dapat memengaruhi harga secara signifikan. Berbagai faktor tersebut dapat saling berinteraksi sehingga pergerakan harga komoditas terkadang sulit diprediksi.

Konsep dasar pasar komoditas dapat dipahami oleh pemula, tetapi terdapat faktor yang tidak selalu terlihat secara langsung, seperti gangguan eksternal, leverage, likuiditas, dan biaya pembiayaan. Karena itu, memahami cara kerja pasar, menggunakan akun demo, dan menerapkan pengelolaan risiko menjadi langkah penting sebelum melakukan trading dengan modal nyata.

Beberapa komoditas yang paling aktif diperdagangkan meliputi minyak mentah, emas, gas alam, gandum, dan tembaga. Instrumen tersebut cenderung memiliki likuiditas dan aktivitas pasar yang lebih tinggi dibandingkan komoditas yang berukuran lebih kecil atau memiliki penggunaan yang lebih khusus.

Harga komoditas dapat bergerak cepat ketika muncul informasi baru yang mengubah perkiraan penawaran atau permintaan. Rumor, laporan awal, gangguan cuaca, perubahan kebijakan, atau perkembangan geopolitik dapat langsung memicu reaksi pasar karena pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi sebelum data resmi diterbitkan.

Ya. Peristiwa global dapat memberikan pengaruh besar terhadap pasar komoditas. Keputusan politik, kebijakan perdagangan, konflik internasional, dan gangguan rantai pasok dapat mengubah ketersediaan barang maupun sentimen pasar. Hubungan langsung dengan perkembangan di dunia nyata merupakan salah satu karakteristik utama pasar komoditas.

 

Terdapat berbagai model, analisis, dan proyeksi yang dapat digunakan untuk memperkirakan harga komoditas. Namun, hasil akhirnya tidak dapat dipastikan. Pasar dapat bereaksi terhadap informasi baru dengan cara yang sulit diperkirakan. Proyeksi dan kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil pada masa mendatang sehingga ketidakpastian tetap menjadi bagian dari trading komoditas.

Eryk Szmyd

Financial Market Analyst

Eryk Szmyd telah bekerja sebagai analis pasar keuangan di XTB sejak 2021. Dalam aktivitas sehari-harinya, ia menyusun analisis dan materi edukasi yang mencakup Wall Street, saham global, komoditas, cryptocurrencies, dan sektor teknologi. Keahliannya berfokus pada analisis pengaruh data makroekonomi, kinerja keuangan perusahaan, dan kebijakan bank sentral terhadap nilai suatu aset. Dalam prosesnya, ia menggunakan analisis fundamental, model valuasi, kajian makroekonomi, serta data Commitment of Traders (COT). Ia mengevaluasi apakah pergerakan harga yang signifikan didukung oleh faktor fundamental, sekaligus menganalisis aset yang berada dalam kondisi sangat oversold atau overbought dengan pendekatan kontrarian. Eryk merupakan penulis berbagai analisis pasar dan artikel edukasi mengenai investasi serta pasar keuangan. Di luar pekerjaannya, ia memiliki ketertarikan pada krisis ekonomi, siklus bisnis, sastra, dan olahraga.

Lihat Profil
2 menit

Komoditas: Definisi

13 menit

Mulai Investasi Emas? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

11 menit

Negara dan Perusahaan Penghasil Minyak Terbesar di Dunia

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.